CARA DOWNLOAD PAKE IDM DARI IDUP.IN YANG EXPIRED

Buat yang suka nonton film tentunya sering banget download film. Salah satu tempat download recommended adalah dari ganool.com. Kalau download dari ganool sekarang nih pasti tidak lepas dari idup.in. karena server Indonesia.. so pasti lebih cepet .

Pernah gak agan2 ngalamin. Sedang download file yang gede trus karena ada sesuatu hal harus di hentikan. Keesokan harinya mau diresume,,,, ehhhh malah gak bisa [ soalnya di idup.in link nya yg bisa resume Cuma dikasih waktu 8 jam]. Tapi jangan khawatir langsung aja nih q kasih trik biar bisa resume lageeee….. monggo diliat langkah-langkahnya.

1. Klik kanan di downloadan pilih refresh download address [nanti kita dibawa ke browser ke situs idup.in]

1

 

2. masuk ke downlodan kita di idup.in, masukan chapcha. Trus matiin IDM Waiting dengan cara stop waiting [ klw masih 8 jam setelah download dihentikan idm waiting akan meresume downloadan kita klw lebih dari 8 jam biasanya tidak bisa. Makanya matikan saja]

2

3. klik Create download link

4. Klik download

5. muncul download file info dari IDM

5

6. copy URL [Link downloadnya] trus di cancel aja]

7. masuk ke IDM > Double klik downloadan kita > muncul file properties

8. pastekan alamat yang tadi udah di copy di address [ganti link yg expired] klik ok

8

9. setelah itu klik lagi di file yang kita mau download dan pilih resume

10. TARA,,,,,,,, akhirnya bisa resume lageee

Posted in Internet | Leave a comment

AON indy+ cheat engine+ flashget/idm

Image

 

https://www.firedrive.com/file/3EAA07346F85DA11

Posted in Internet | Leave a comment

LOGO HARI JADI CILACAP KE 158

Image

Buat yang membutuhkan logo Hari jadi Cilacap ke 158 berbentuk vektor dan jpg monggo disedot di sini dan disini

Posted in Info | Tagged , , | Leave a comment

Contoh Surat Perjanjian Sewa

Buat yang lagi cari contoh surat perjanjian sewa. dibawah ini saya sajikan contohnya. Moga bermanfaat

SURAT PERJANJIAN SEWA TANAH

 

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                                      :    …………………………………………

Tempat tanggal lahir               :    …………………………………………

Pekerjaan                                :    …………………………………………

Alamat                                    :    …………………………………………

Disebut pihak pertama sebagai pemilik tanah,

Nama                                      :    Karsum Fardzo Hidayat

Tempat tanggal lahir               :    …………………………………………

Pekerjaan                                :    …………………………………………

Alamat                                    :    …………………………………………

Disebut pihak kedua sebagai penyewa tanah,

Bahwa, kedua pihak sepakat mengadakan perjanjian sewa tanah dengan ketentuan sebagai berikut :

1.       Bahwa, Pihak Pertama memiliki tanah yang terletak di Blok Perapatan Sadahayu – Lamping, Desa Sadahayu Rt 01 Rw 01,  Sedang pihak kedua hendak menyewa tanah milik pihak pertama tersebut.

2.       Bahwa, masa sewa tanah tersebut terhitung mulai dari tanggal 09 Mei 2013 dan berakhir tanggal 09 Mei 2015 (selama 2 tahun), dengan sejumlah uang Rp 750.000,- (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah ) ketentuan dibayar secara lunas pada saat perjanjian ini ditanda tangani oleh kedua pihak.

3.       Bahwa, hal-hal yang tidak diatur secara rinci dalam perjanjian ini sudah dibicarakan secara lisan oleh kedua pihak.

Demikian perjanjian ini dibuat tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Perjanjian ini dibuat dan ditanda tangani di  Sadahayu pada hari Senin tanggal 6 Mei 2013.

Sadahayu,  6 Mei 2013

Pemilik / Pihak Pertama                                                                       Penyewa / Pihak Kedua

Materai

………………….                                                             Karsum Fardzo Hidayat

                                                      Saksi-saksi;

  1. 1.             ……………….                    ………….
  2. ……………….                    ………….
Posted in Karedok | Leave a comment

Contoh surat Perjanjian Gadai Kebun/Sawah

SURAT PERJANJIAN GADAI

 

Yang bertanda tangan di bawah ini :

I.       Nama                            :    ………………………………………………..

Pekerjaan                      :    ………………………………………………..

Alamat                          :    ………………………………………………..

Disebut Pihak I (Pertama)

II.      Nama                            :    ………………………………………………..

Pekerjaan                      :    ………………………………………………..

Alamat                          :    ………………………………………………..

Disebut Pihak II (Kedua)

Pihak I (Pertama) mengaku menggadaikan sawahnya seluas 1.188 m2 terletak di Lokasi Blok …………………

Sebesar uang Rp. 8.000.000 (Delapan juta rupiah) dengan perjanjian waktu mulai tanggal 6 Mei 2013 sampai dengan tanggal 06 Nopember 2014 ( 3 potongan garapan). Pihak I (Pertama) menerima sawahnya kembali setelah Pihak I (Pertama) menebus uang sebesar yang tertera diatas kepada Pihak II (Kedua).

Demikian surat perjanjian ini kami buat untuk dipergunakan kedua belah pihak.

Sadahayu, 06 Mei 2013

Pihak II (Kedua)                                                  Pihak I (Pertama)

(………………….)                                                 (………………)

Mengetahui,

Ketua RT 02 RW 01

……………………

 

Saksi-Saksi

1. – ——————————- ——- (                         )

2. ——————————– ——- (                         )

3. – ——————————- ——- (                         )

Posted in Karedok | Leave a comment

Kepemimpinan Pemerintahan

Definisi Kepemimpinan

Menurut arti secara harfiah, pimpin berarti bimbing. Memimpin berarti membimbing atau menuntun. Pemimpin merupakan orang yang memimpin ataupun seorang yang menggunakan wewenang serta mengarahkan bawahannya guna mengerjakan pekerjaan mereka untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi. Lalu kepemimpinan itu sendiri memiliki beberapa definisi, dan definisi kepemimpinan itu di antaranya adalah:

  • Cara yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk mempengaruhi perilaku bawahannya agar mau untuk bekerja sama serta bekerja secara produktif guna mencapai sebuah tujuan yang dimiliki oleh organisasi.
  • Seni yang bertujuan mempengaruhi tingkah laku seorang manusia, serta kemampuan guna membimbing orang-orang yang berada di sekitarnya.
  • Seni untuk memberikan motivasi serta mengkoordinasi pada individu serta kelompok untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan bersama.

Kepemimpinan atau yang bisa disebut juga dengan leadership adalah sebuah ilmu terapan dari berbagai ilmu sosial, karena beberapa prinsip serta rumusannya diharapkan bisa mendatangkan banyak manfaat untuk kesejahteraan umat manusia. Masih ada banyak definisi kepemimpinan yang dinyatakan oleh para ahli menurut sudut pandang mereka masing-masing. Beberapa definisi dari kepemimpinan menurut para ahli tersebut adalah:

Definisi yang pertama dikemukakan oleh Tead; Terry; Hoyt di dalam Kartono, 2003. Definisi leadership menurutnya adalah sebuah kegiatan ataupun sebuah seni untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja sama yang didasarkan kepada kemampuan yang dimiliki oleh orang itu guna membimbing orang lain di dalam usaha mencapai berbagai tujuan yang ingin dicapai oleh kelompok.

Pengertian kepemimpinan yang kedua dikemukakan oleh Young. Menurut sudut pandangnya, kepemimpinan itu merupakan sebuah bentuk dominasi yang didasari oleh kemampuan pribadi yang mampu untuk mengajak ataupun mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu yang berdasarkan kepada penerimaan oleh organisasinya, dan mempunyai keahlian yang khusus yang sesuai dengan situasi yang khusus pula.

Nah, dari berbagai definisi yang sudah dikemukakan di atas bisa disimpulkan bahwa leadership atau kepemimpinan itu adalah sebuah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, kelompok dan bawahan, kemampuan untuk mengarahkan tingkah laku orang lain, mempunyai kemampuan ataupun keahlian khusus di dalam bidang yang diharapkan oleh kelompoknya, guna mencapai tujuan dari kelompoknya.

Menyadari akan pentingnya peran kepemimpinan dari beberapa definisi kepemimpinan di atas di dalam sebuah usaha untuk mencapai tujuan sebuah organisasi sehingga bisa dikatakan bahwa keberhasilan ataupun kegagalan yang dialami oleh sebagian besar organisasi ditentukan oleh bagaimana kualitas kepemimpinan yang dipunyai oleh pihak yang memimpin organisasi tersebut. Berhasil atau tidaknya sebuah organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, tergantung kepada berbagai cara yang dilakukan oleh pemimpin untuk memimpin organisasi itu.

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.

·         Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

·         Menurut Young (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.

·         Moejiono (2002) memandang bahwa leadership tersebut sebenarnya sebagai akibat pengaruh satu arah, karena pemimpin mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan pengikutnya. Para ahli teori sukarela (compliance induction theorist) cenderung memandang leadership sebagai pemaksaan atau pendesakan pengaruh secara tidak langsung dan sebagai sarana untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan pemimpin (Moejiono, 2002).

Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kepemimpnan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
TIPE KEPEMIMPINAN

Situasi lingkungan bisnis yang secara dinamis terus berubah menuntut perusahaan untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kegagalan dalam mengenal perubahan dan kecepatan beradaptasi dapat menyebabkan perusahaan tidak memiliki daya saing yang baik.
Ada empat tipe kepemimpinan yang dapat digunakan untuk berbagai organisasi:
– Directive

Adalah salah satu tipe kepemimpinan tertua dan seringkali disebut juga dengan pendekatan otoriter. Dalam tipe ini, pemimpin akan menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu dan mengharapkan mereka untuk segera melakukannya.

- Participative

Dalam tipe ini, pemimpin mencari input dari pihak lain dan mengajak orang-orang yang relevan dengan pembahasan untuk pengambilan keputusan

- Laissez-faire

Mendorong inisiatif dari banyak pihak agar bersama-sama memikirkan bagaimana proses pengerjaan sampai menghasilkan outcome.

- Adaptive

Gaya kepemimpinan yang mengalir dan menyesuaikan gaya sesuai dengan keadaan lingkungan dan individu yang berpartisipasi.

TEORI KEPEMPIMPINAN

Kegiatan manusia secara bersama-sama selalu membutuhkan kepemimpinan. Untuk berbagai usaha dan kegiatannya diperlukan upaya yang terencana dan sistematis dalam melatih dan mempersiapkan pemimpin baru. Oleh karena itu, banyak studi dan penelitian dilakukan orang untuk mempelajari masalah pemimpin dan kepemimpinan yang menghasilkan berbagai teori tentang kepemimpinan. Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).

Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain : Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa. Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara lain:
a. Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.

b. Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan, dan kemampuan.
1. Teori-teori dalam Kepemimpinan
a) Teori Sifat

Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

b) Teori Perilaku

Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:

Ø Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi.

Ø Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner, 1978:442-443)
c) Teori Situasional

Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;

* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;

* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;

* Norma yang dianut kelompok;

* Rentang kendali;

* Ancaman dari luar organisasi;

* Tingkat stress;

* Iklim yang terdapat dalam organisasi.
Efektivitas kepemimpinan seseorang ditentukan oleh kemampuan “membaca” situasi yang dihadapi dan menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar cocok dengan dan mampu memenuhi tuntutan situasi tersebut. Penyesuaian gaya kepemimpinan dimaksud adalah kemampuan menentukan ciri kepemimpinan dan perilaku tertentu karena tuntutan situasi tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut berkembanglah model-model kepemimpinan berikut:

 

a. Model kontinuum Otokratik-Demokratik

Gaya dan perilaku kepemimpinan tertentu selain berhubungan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, juga berkaitan dengan fungsi kepemimpinan tertentu yang harus diselenggarakan. Contoh: dalam hal pengambilan keputusan, pemimpin bergaya otokratik akan mengambil keputusan sendiri, ciri kepemimpinan yang menonjol ketegasan disertai perilaku yang berorientasi pada penyelesaian tugas.Sedangkan pemimpin bergaya demokratik akan mengajak bawahannya untuk berpartisipasi. Ciri kepemimpinan yang menonjol di sini adalah menjadi pendengar yang baik disertai perilaku memberikan perhatian pada kepentingan dan kebutuhan bawahan.
b. Model ” Interaksi Atasan-Bawahan”

Menurut model ini, efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada interaksi yang terjadi antara pemimpin dan bawahannya dan sejauhmana interaksi tersebut mempengaruhi perilaku pemimpin yang bersangkutan. Seorang akan menjadi pemimpin yang efektif, apabila: * Hubungan atasan dan bawahan dikategorikan baik; * Tugas yang harus dikerjakan bawahan disusun pada tingkat struktur yang tinggi; * Posisi kewenangan pemimpin tergolong kuat.
c. Model Situasional

Model ini menekankan bahwa efektivitas kepemimpinan seseorang tergantung pada pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat untuk menghadapi situasi tertentu dan tingkat kematangan jiwa bawahan. Dimensi kepemimpinan yang digunakan dalam model ini adalah perilaku pemimpin yang berkaitan dengan tugas kepemimpinannya dan hubungan atasan-bawahan. Berdasarkan dimensi tersebut, gaya kepemimpinan yang dapat digunakan adalah

* Memberitahukan;

* Menjual;

* Mengajak bawahan berperan serta;

* Melakukan pendelegasian.

d. Model ” Jalan- Tujuan ”

Seorang pemimpin yang efektif menurut model ini adalah pemimpin yang mampu menunjukkan jalan yang dapat ditempuh bawahan. Salah satu mekanisme untuk mewujudkan hal tersebut yaitu kejelasan tugas yang harus dilakukan bawahan dan perhatian pemimpin kepada kepentingan dan kebutuhan bawahannya. Perilaku pemimpin berkaitan dengan hal tersebut harus merupakan faktor motivasional bagi bawahannya.

e. Model “Pimpinan-Peran serta Bawahan” :

Perhatian utama model ini adalah perilaku pemimpin dikaitkan dengan proses pengambilan keputusan. Perilaku pemimpin perlu disesuaikan dengan struktur tugas yang harus diselesaikan oleh bawahannya. Salah satu syarat penting untuk paradigma tersebut adalah adanya serangkaian ketentuan yang harus ditaati oleh bawahan dalam menentukan bentuk dan tingkat peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan. Bentuk dan tingkat peran serta bawahan tersebut “didiktekan” oleh situasi yang dihadapi dan masalah yang ingin dipecahkan melalui proses pengambilan keputusan.

“The only definition of a leader is someone who has followers.”
“Definisi pemimpin hanyalah seseorang yang memiliki pengikut.”
– Peter Drucker

“Leadership is influence – nothing more, nothing less.”
“Kepemimpinan adalah pengaruh – tidak lebih, tidak kurang.”
– John C. Maxwell

“Leadership is the art of getting someone else to do something you want done because he wants to do it.”

“Kepemimpinan adalah seni meminta seseorang untuk melakukan sesuatu yang Anda ingin lakukan karena ia ingin melakukannya.”
— Dwight D. Eisenhower

“Leadership is not magnetic personality, that can just as well be a glib tongue. It is not ‘making friends and influencing people’, that is flattery. Leadership is lifting a person’s vision to higher sights, the raising of a person’s performance to a higher standard, the building of a personality beyond its normal limitations.”
“Kepemimpinan bukanlah kepribadian yang menarik, yang mungkin seperti orang yang fasih berbicara. Kepemimpinan tidak ‘membuat teman dan mempengaruhi orang’, itu adalah pujian. Kepemimpinan adalah mengangkat visi seseorang untuk mimpi yang tinggi, meningkatkan kinerja seseorang untuk standar yang lebih tinggi, pembangunan kepribadian melampaui batas normal “
— Peter F. Drucker

“The leader is one who mobilizes others toward a goal shared by leaders and followers. … Leaders, followers and goals make up the three equally necessary supports for leadership.”
“Pemimpin adalah orang yang mampu memobilisasi orang lain menuju tujuan bersama yang dibangun oleh pemimpin dan pengikut… Pemimpin, pengikut dan tujuan merupakan tiga dukungan yang setara yang diperlukan dalam kepemimpinan “
— Gary Wills

“Leadership is a function of knowing yourself, having a vision that is well communicated, building trust among colleagues, and taking effective action to realize your own leadership potential.”
“Kepemimpinan adalah fungsi dari pemahaman diri sendiri, mempunyai visi yang bisa dikomunikasikan dengan baik, membangun kepercayaan di antara kolega, dan mengambil tindakan efektif untuk merealisasikan potensi kepemimpinan Anda sendiri.”
– Warren Bennis

“Control is not leadership; management is not leadership; leadership is leadership. If you seek to lead, invest at least 50% of your time in leading yourself—your own purpose, ethics, principles, motivation, conduct. Invest at least 20% leading those with authority over you and 15% leading your peers.”
“Kontrol bukanlah kepemimpinan, manajemen bukanlah kepemimpinan, kepemimpinan adalah kepemimpinan. Jika Anda ingin memimpin, investasikan setidaknya 50% waktu Anda untuk memimpin diri sendiri – tujuan Anda, etika, prinsip, motivasi, perilaku. Investasikan setidaknya 20% memimpin kesemuanya itu dengan otoritas yang ada pada diri Anda, dan 15% memimpin rekan-rekan Anda “
— Dee Hock, Founder and CEO Emeritus, Visa

“Before you are a leader, success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all about growing others.”
“Sebelum Anda menjadi pemimpin, kesuksesan adalah semua hal tentang perbaikan diri sendiri. Ketika Anda menjadi pemimpin, kesuksesan adalah semua hal tentang perbaikan orang lain”

— Jack Welch

“The first responsibility of a leader is to define reality. The last is to say thank you. In between, the leader is a servant.”
“Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah mendefinisikan realitas. Yang terakhir adalah mengucapkan terima kasih. Di antara keduanya, pemimpin adalah seorang pelayan”

— Max DePree

“Servant leadership is easy for people with high self-esteem. . . Servant leadership builds self-esteem and encourages Individual growth while obtaining the organization’s objectives.”

“Kepemimpinan pelayan adalah mudah bagi orang-orang dengan harga diri yang tinggi. . . Kepemimpinan pelayan membangun harga diri dan mendorong pertumbuhan individu sekaligus meraih tujuan organisasi “
~ Ken Blanchard

“All of the great leaders have had one characteristic in common: it was the willingness to confront unequivocally the major anxiety of their people in their time. This, and not much else, is the essence of leadership.”
“Semua pemimpin besar memiliki satu karakteristik yang sama: yaitu bersedia dengan sungguh-sungguh menghadapi kecemasan mayoritas orang-orang yang mereka pimpin sewaktu-waktu. Hal ini, dan tidak ada lagi yang lain, adalah inti dari kepemimpinan “

— John Kenneth Galbraith

“The task of the leader is to get his people from where they are to where they have not been.”

“Tugas pemimpin adalah untuk membawa pengikutnya dari tempat mereka sekarang ke tempat dimana mereka belum meraihnya.”
— Henry Kissinger

“To lead people, walk beside them … As for the best leaders, the people do not notice their existence. The next best, the people honor and praise. The next, the people fear; and the next, the people hate … When the best leader’s work is done the people say, ‘We did it ourselves!’”
“Untuk memimpin orang, berjalan di samping mereka … Tentang pemimpin terbaik, orang-orang tidak menyadari keberadaan diri mereka. Yang terbaik berikutnya, orang-orang menghormati dan memberi pujian. Selanjutnya, orang-orang takut pada mereka, dan berikutnya, orang-orang membenci mereka … Ketika pekerjaan pemimpin terbaik diselesaikan orang-orang berkata, ‘Kami melakukannya sendiri!’ “
— Lao-tsu

“Great leaders are almost always great simplifiers, who can cut through argument, debate, and doubt to offer a solution everybody can understand.”
“Para pemimpin besar hampir selalu pandai dalam menyederhanakan (masalah yang rumit), mereka dapat memotong argumen, debat, dan keraguan untuk menawarkan solusi agar semua orang bisa mengerti.”
— General Colin Powell

“You don’t lead by pointing and telling people some place to go. You lead by going to that place and making a case.”
“Anda tidak memimpin dengan menunjuk dan memberitahu orang ke beberapa tempat untuk mereka capai. Anda memimpin dengan pergi ke tempat itu dan merumuskan masalah”

— Ken Kesey

“Leadership is the ability to establish standards and manage a creative climate where people are self-motivated toward the mastery of long term constructive goals, in a participatory environment of mutual respect, compatible with personal values.”

“Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menetapkan standar dan mengelola iklim kreatif di mana orang memiliki motivasi diri terhadap tujuan jangka panjang terbaik yang konstruktif, dalam lingkungan partisipatif saling menghormati, sesuai dengan nilai-nilai pribadi.”
— Mike Vance

“Leadership is not so much about technique and methods as it is about opening the heart. Leadership is about inspiration—of oneself and of others. Great leadership is about human experiences, not processes. Leadership is not a formula or a program, it is a human activity that comes from the heart and considers the hearts of others. It is an attitude, not a routine.”

“Kepemimpinan tidak banyak (terkait) dengan teknik dan metode melainkan tentang membuka hati. Kepemimpinan adalah tentang inspirasi – diri sendiri dan orang lain. Kepemimpinan besar adalah tentang pengalaman manusia, bukan tentang proses. Kepemimpinan bukanlah formula atau program, kepemimpinan adalah aktivitas manusia yang bersumber dari hati dan mempertimbangkan hati orang lain. Kepemimpinan adalah sikap, bukan rutinitas “

— Lance Secretan

“A leader is a dealer in hope.”

“Seorang pemimpin adalah dealer yang bisa diharapkan.”
— Napoleon Bonaparte

“Leaders conceive and articulate goals that lift people out of their petty preoccupations and unite them in pursuit of objectives worthy of their best efforts.”

“Pemimpin memahami dan mengartikulasikan tujuan yang mengangkat orang keluar dari keasyikan mereka dan menyatukan mereka dalam mengejar tujuan yang layak dari upaya terbaik mereka.”
— John Gardner

Teori Kepemimpinan

October 23, 2012

I . Pengertian Kepemimpinan

Secara sederhana, apabila berkumpul tiga orang atau lebih kemudian salah seorang di antara mereka “mengajak” teman-temannya untuk melakukan sesuatu (Apakah: nonton film, bermain sepak bola, dan lain-lain). Pada pengertian yang sederhana  orang tersebut telah melakukan “kegiatan memimpin”, karena ada unsur “mengajak” dan mengkoordinasi, ada teman dan ada kegiatan dan sasarannya. Tetapi, dalam merumuskan batasan atau definisi kepemimpinan ternyata bukan merupakan hal yang mudah dan banyak definisi yang dikemukakan para ahli tentang kepemimpinan yang tentu saja menurut sudut pandangnya masing-masing. Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :

1)    Koontz dan O’donnel, mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhisekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya.

2)    Wexley dan Yuki (1977), kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka.

3)    George R. Terry, kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama.

4)    Pendapat lain, kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang.

Dari keempat definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sudut pandang yang dilihat oleh para ahli tersebut adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.

Definisi lain, para ahli kepemimpinan merumuskan definisi, sebagai berikut: 1) Fiedler (1967), kepemimpinan pada dasarnya merupakan pola hubungan antara individu-individu yang menggunakan wewenang dan pengaruhnya terhadap kelompok orang agar bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan. 2) John Pfiffner, kepemimpinan adalah kemampuan mengkoordinasikan dan memotivasi orang-orang dan kelompok untuk mencapai tujuan yang di kehendaki.  3) Davis (1977), mendefinisikan kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan penuh semangat. 4) Ott (1996), kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses hubungan antar pribadi yang di dalamnya seseorang mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan khususnya perilaku orang lain. 5) Locke et.al. (1991), mendefinisikan kepemimpinan merupakan proses membujuk orang lain untuk mengambil langkah menuju suatu sasaran bersama  Dari kelima definisi ini, para ahli ada yang meninjau dari sudut pandang dari pola hubungan, kemampuan mengkoordinasi, memotivasi,  kemampuan mengajak, membujuk dan mempengaruhi orang lain.

 

II . Tipe dan Gaya Kepemimpinan

Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:

1. Tipe Kharismatik

Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya  timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan Yang Maha Kuasa.

2. Tipe Paternalistik

Tipe Kepemimpinan dengan sifat-sifat antara lain;

a. Menganggap bawahannya belum dewasa

b. bersikap terlalu melindungi

c. Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan

d. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

3. Tipe Otoriter

Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:

a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya

b. Pemimpin bertindak sebagai dictator

c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.

4. Tipe Militeristik

Dalam tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:

a. menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku

b. lebih banyak menggunakan system perintah

c. menghendaki keputusan mutlak dari bawahan

d. Formalitas yang berlebih-lebihan

e. Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan

f. Sifat komunikasi hanya sepihak

5. Tipe Demokrasi

Tipe demokrasi mengutamkan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu, mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan,, pembuatan rencana keputusan, disiplin.

III . Tokoh

Jenghis Khan (bahasa Mongolia: Чингис Хаан), juga dieja Genghis Khan, Jinghis Khan, Chinghiz Khan, Chinggis Khan, Changaiz Khan, dll, nama asalnya Temüjin, juga dieja Temuchin atau TiemuZhen, (sek. 116218 Agustus 1227) adalah khan Mongol dan ketua militer yang menyatukan bangsa Mongolia dan kemudian mendirikan Kekaisaran Mongolia dengan menaklukkan sebagian besar wilayah di Asia, termasuk utara Tiongkok (Dinasti Jin), Xia Barat, Asia Tengah, Persia, dan Mongolia. Penggantinya akan meluaskan penguasaan Mongolia menjadi kekaisaran terluas dalam sejarah manusia. Dia merupakan kakek Kubilai Khan, pemerintah Tiongkok bagi Dinasti Yuan di China.

achievment :

-Menyatukan mongolia

-Memerangi kerajaan Jin

-Invasi ke timur tengah

-DOMINASI GLOBAL : Mongolia berjuang untuk membawa nama baik bangsanya dengan prinsip yang telah diajarkan oleh pahlawan mereka, yaitu Jenghis Khan. Sejarah dunia mencatat bahwa Mongolia adalah satu-satunya negara yang kekuasaannya mendekati dominasi atas seluruh dunia (global domination). Kekuasaannya waktu itu adalah: China, Mongolia, Russia, Korea, Vietnam, Burma, Kamboja, Timur Tengah, Polandia, Hungaria, Arab Utara, dan IndiaUtara.

referensi :Ivancevich, John, M, Konopaske, & Matteson. 2008. Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta : Erlangga.

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN Dari akar kata “pimpin” kita mengenal kata “pemimpin” dan “kepemimpinan”.Dalam Ensiklopedi Umum, halaman 549 kata “kepemimpinan” ditafsirkan sebagai hubungan yang erat antara seorang dan sekelompok manusia karena adanya kepentingan bersama; hubungan Itu ditandai oleh tingkahlaku yang tertuju dan terbimbing dari manusia yang seorang itu. Manusia atau orang ini biasanya disebut yang memimpin atau pemimpin, sedangkan kelompok manusia yang mengikutinya disebut yang dipimpin.Dalam Webster’s New World Dictionary of the American Language/ kataleadership adalah

the position or guidance of a leader atau “the ability to lead”, dan kata leader

adalah “a person or thing that leades; directing, commanding, or guiding head, as a group or activity”.

Dalam buku psikologi antara lain dikatakan bahwa “leadership is a relation of an individual to a group, established in the interests of achieving ,some end”.Bayangkan bahwa jumlah kelompok itu banyak, begitu juga jumlah tujuan itu banyak dan cara mencapainya pula. Dalam buku Foundations of Psychology itu dinyatakan bahwa seorang pemimpin yang sukses tergantung dua syarat dalam garis besarnya.

Pertama,

bahwa pemimpin itu

“must share the values, attitudes and interests of the group. This psychological similarity is necessary for the identification of the followers with the leaders”.

Syarat kedua

, adalah bahwa kualitas pemimpin itu lebih tinggi dari para pengikutnya, akan tetapi tetap bersifat komunikatif dengan yang dipimpinnya.Mengingat masalah kepemimpinan adalah masalah yang sudah tua umurnya, maka wajarlah kalau terdapat sejumlah tokoh ilmu perigetahuan yang mendalaminya. Juga di Indonesia hal ini berkembang relatif pesat,apalagi setelah kita memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17Agustus 1945. Sejak itu perhatian kita sebagai bangsa relatif besar dalamhal ini, balk secara teoritis maupun secara praktis.Para penulis buku kepemimpinan di Indonesia, antara lain seperti Drs.Wahyo Sumidjo, Prof. Pamudji, Ir. Suyamto, dan Iain-lain, dalam gar isbesarnya membahas tentang definisi kepemimpinan. Mereka telah mengutipdan atau menterjemahkan hasil rumusan para tokoh senior asing dalam halini, misalnya seperti:1) Ralph Mtogdill (1950)Leadership is a process of influencing the activities of an organized group in its task of goal setting and goal achievement”.2) Fred E, Fiedler (1967)“Leadership is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement”

3) Martin J. Gannon (1982)“Leadership is the ability of a superior to influence the behavior of subordinates; one of the behavioral in organization”.4) Paul Hersey, Kenneth H. Blanchard (1982)Leadership is the process of influacing the activities of an individual or agroup in efforts toward goal achievement in a given situation”.5) George R. Terry (1972)“Leadership is the relationship in which one person, or the leader, influencesothers to work together willingly on related tasks to attain that which theleader desires”.6)Robert Tennenbaum, Irving R. Weschler dan Fred Massarik (1961). “Wedefine leadership as interpersonal influence, exercise in situation anddirected through the communication process, toward the attainment of aspecific goal or goals”.7)Richard N. Osborn, James G. Hunt dan Lawrence R Jauch (1980)- “Leadership – all ways in which one person exert influence over others”.8) R.D. Agarwal (1982)“Leadership is the art of influencing others to direct their will, abilities and efforts to the achievement of leader’s goals. In the context of organization,leadership lies in influencing individual and group effort toward the optimum achievement of organizational objectives”.9) Harold Korntz & Cirill O’Donnell (1976)“Leaderships in the art of inducing subordinates to accomplish theirassignment with zeal and confidence”.Dari definisi-definisi tersebut, tampak bahwa perumusan tentang kepemimpinan bertitik tolak pada tiga hal.

Pertama,

ada yang memberikan penekanan pada kepribadian, kemampuandan kesanggupan pemimpin.

Kedua,

ada yang memberikan penekanan kegiatan, kedudukan dan perilaku pemimpin.

Ketiga,

Ada yang memberikan penekanan kepada proses interaksi antara pemimpin, bawahan dalam situasi tertentu.

Leadership dan Headship

Pada umumnya kata leadership diterjemahkan sebagai Kepemimpinan,tetapi headship sebaiknya diterjemahkan sebagai apa? Leadership dapatditafsirkan dalam dua pengertian

Pertama,

meliputi pengertian headship dan

kedua,

leadership ditafsirkan berbeda dengan headship.Bass misalnya mendefinisikan leadership dalam arti luas, dalam arti meliputibanyak cara yang dilakukan oleh leaders dan heads serta berbagai sumberyang digunakan untuk mengungkapkan kekuasaannya. Akan dapatpuladidef.inisikan secara lebih sempit, seperti misalnya yang dilakukan olehC.A Gibb (1969), yang membedakan antara leadership dengan headshipsebagai berikut:1. Headship diselenggarakan melalui suatu sistem yang diorganisasikandan tidak berdasarkan pengakuan spontan para anggotanya.2. Tujuan kelompok dipilih oleh kepala (head person) sesuai dengan minatdan tidak ditentukan oleh kelompok itu sendiri secara internal.3. Dalam headship/ hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada sama sekalitindakan bersama dalam mencapai tujuan.4. Dalam headship, ada jurang sosial yang lebar antara anggota-anggotakelompok dan kepala (the head), yang mengusahakan agar ada jaraksosial ini, sebagai suatu alat bantu untuk memaksa kelompoknya.5. Kewibawaan seorang pemimpin (leader) secara spontan diakui oleh paraanggota kelompok yang bersangkutan dan terutama oleh parapengikutnya.

Sedangkan kewibawaan seorang kepala (the head) timbul karena adanyakekuasaan dari luar kelompok yang mendukung seseorang itu terhadapkelompok yang bersangkutan, yang tidak dapat disebut sebagai parapengikut sesungguhnya. Mereka menerima dominasi kepalanya (headship)dalam hal penderitaan suatu hukuman (punishment) daripada upayapengikutnya dalam arti menginginkan hadiah (reward).Kochan, Schmidt dan de Cotties (1975), menurut Bass, setuju denganpendapat Gibb karena mereka melihat bahwa para manajer, para pemimpinpelaksana, para pejabat dan Iain-lain dalam kenyataannya lebih banyakmelakukan berbagai hal, lebih dari sekedar hanya memimpin saja.Kita tak dapat menafsirkan begitu saja bahwa, misalnya seseorang yangmengikuti semua tatacara seremonial dalam anggota. Akan tetapi menurutdefinisi yang lebih luas, bagi Bass (1960) pimpinan/seorang kepala (head)adalah merupakan konsekuensi dari kedudukan (status) mereka, jadimerupakan suatu kekuasaan dari jabatan yang dipegangnya. Tanpakedudukan semacam itu, para pemimpin (leader) masih dapat mencapaitujuan, apabila kekuasaannya itu betul-betul sesuai dengan nilai-nilai yangdianut oleh kelompok yang dipimpinnya.Baik kedudukan (status) maupun penghormatan (esteem) tak dapatditafsirkan. secara kaku. Dalam setiap kelompok akan berbeda. Itulahsebabnya kepemimpinan (leadership) pada hakikat dapat dibagikan kepadapara anggotanya dalam derajat tertentu dan dalam situasi yang sama. Istilahkepala, ketua, direktur, menteri, presiden dan lain-lainnya, pada umumnyaberkaitan dengan pengertian kekepalaan (headship).

Pengertian kekepalaan mempunyai konotasi adanya kedudukan dalamhirarkhi organisasi, yang di dalamnya terkandung tugas, wewenang dantanggung jawab yang telah ditentukan secara formal. Kekepalaan berkaitandengan wewenang sah berdasarkan ketentuan formal, untuk membawahidan memberi perintah-perintah kepada kelompok orang-orang “bawahan”tertentu dan dalam bidang masalah tertentu pula. Seorang kepala unit belumtentu dapat menjadi leader.Demikian pula seorang leader belum tentu mempunyai kedudukan sebagaikepala. Seorang yang tidak mempunyai pengaruh dapat saja menjadiseorang kepala instansi, dan ia baru menjadi seorang leader kalau iamampu mempengaruhi orang lain.Oleh karena itu, pimpinan yang mengepalai suatu organisasi atau salah satuunitnya harus menyadari bahwa kedudukan formal saja belum tentumerubah perilaku anak buahnya sesuai dengan yang diharapkan agarmemudahkan dan melancarkan pencapaian tujuan organisasinya, ataumampu menciptakan kerjasama yang baik antara bawahannya.Dari pengertian tentang kepemimpinan tersebut di atas, jelas bahwakepemimpinan itu tidak perlu terkait dengan batasan-batasan danketentuan-ketentuan formal. Maka seseorang yang melaksanakankekepalaan mungkin belum dapat disebut sebagai orang pemimpin. lasekaligus dapat disebut sebagai seorang pemimpin, apabila ia juga mampumempengaruhi bawahan sehingga mereka dengan penuh pengertian,kesadaran dan senang hati bersedia mengikuti dan mentaati kehendak atauperintah-perintahnya.Dengan kata lain, membicarakan tentang kepemimpinan, kita akan berbicaratentang pemimpin, tentang yang dipimpin, tentang interaksi keduanya,tentang tujuan yang hendak dicapai, tentang situasi, tentang sekelompokorang yang berada dalam, satu organisasi tertentu.Ini berarti kita perlu mengetahui secara singkat tentang apa organisasi itu.Organisasi adalah kelompok kerjasama antara orang-orang, yang diadakanuntuk mencapai tujuan bersaiqa. Di samping tujuan syarat terbentuknyaorganisasi juga adanya hubungan, kemauan dan kesesuaian para anggotauntuk bekerja sama.Bentuk organisasi bisa formal dan informal, begitulah antara lainpengertiannya secara singkat menurut Ensiklopedi Indonesia, jilid 4. DarwinCartwright, merumuskan organisasi sebagai

“an arrangement of interdependen parts, each having a special function with respect to the whole”.

Studi mengenai organisasi manusia ini juga merupakan studi khusus yangmendalam dan roeluas, seperti tergambar dalam buku Handbook ofOrganizations, dengan editor James G. March yang diuraikan setebal 1247 halaman. Dalam bab 1, Darwin Cartwright, khusus mengupas tentang

“influence leadership control”

. la berbicara tentang orang yangberpengaruh, tentang teknik mempengaruhi dan tentang orang-orang yangdipengaruhi.Studi tentang orang yang berpengaruh ini atau the agent exerting influenceDarwin Cartwright menyimpulkan bahwa: “

Most theoriets agree/ however,that a major base of influence is the possession, or control, of valued resources, provided these can be used to facilitate or kinder the goal attainment of an other agent”.

Di samping pentingnya sumber tertentu yang dipunyai oleh pemimpin, iaperlu motivasi untuk menjawab mengapa ia mau dan mampu mempengaruhiorang-orang lain. Tujuan kelompok itu juga merupakan tujuan pemimpin itu,tetapi tidak dengan sendirinya, sebaliknya dalam arti tidak semua tujuanyang akan dicapai pemimpin itu dengan sendirinya adalah juga tujuankelompok itu. Ini disebabkan karena kebutuhan, kesempatan, motivasitujuan dan harapan pemimpin sebagai pribadi dapat lebih banyak, dan lebihmajemuk dari kelompok yang dipimpinnya pada umumnya.Mengenai teknik mempengaruhi telah dilakukan berbagai studi, misalnyaRussel (1938), Gilman (1962), Hartanyi (1962). Tentang kelompok yangdipimpin telah dilakukan berbagai studi pula misalnya oleh: Kahn dan Katz(1960), Likert (1961), Argyris (1957).Untuk lebih jelasnya akan dibahas ketiga hal tersebut secara singkat.Pertama, tentang orang yang berpengaruh dalam organisasi. Banyak teoriyang mengemukakan bahwa dasar sumber daya yang dipunyai seorangpemimpin itu dapat terdiri atas: “all the resources opportunities, acts, objects,etc. That he can exploit in order to effect the behavior of another”. Tetapi halini perlu jelas, bahwa tidak semua sumber daya itu dengan sendirinya akand.ijadikan sebagai alat kekuasaan. Schulze (1958) menyimpulkan

bahwa

” One should not assume the necessity of any neat, constant, and direct relationship between power as a potential for determinative action, and power as determinative action, itself”.Lippits dan kawan-kawan membedakan .istilah “behavioral contagion”

yaitu tingkah laku meniru secara spontan tanpa ada yang menyuruh dan istilah “direct influence”, yaitu tingkah laku seseorang yang secara sadar dan sengaja untuk mempengaruhi kelompok sasarannya agar mengikuti tingkah lakunya.

Kedua, mengenai teknik mempengaruhi. Russel (1938) dalam menganalisakekuasaan dalam masyarakat membedakan tiga cara mempengaruhi oranglain dengan jalan(a) secara fisik (by dirrect physical power over his body),(b) dengan memberi hadiah atau hukuman (by rewards and punishmentsemployed) dan(c) dengan mempengaruhi pendapatnya (by influence on opinion).

ukl, Gary. 2005. Kepemimpinan dalam Organisasi. Edisi ke 5. Jakarta

Posted in Mata Kuliah | Tagged , | Leave a comment